Posted by: LadyGAN | 1 October 2011

Memasarkan Produk dengan Jolt Thinking

Ini salah satu ilmu yang saya dapat dan senang bisa sharing untuk teman-teman. Apa sih Jolt Thinking dan kegunaannya dalam memasarkan produk/karya kita? Contohnya begini. Kalau kita lihat kartu nama, umumnya kartu nama berbentuk persegi panjang dengan ukuran 85.60 mm x 53.98 mm sesuai standar internasional berdasarkan ISO 7810 ID-1. Formatnya seperti ini:

Nama

Jabatan

Alamat Rumah                                  Alamat Kantor

No. Telepon                                       No. Telepon

Email                                                     Webite

Kenapa terbayang seperti itu? Karena umumnya kartu nama dibuat seperti itu. Dari jaman nenek moyang bisa dibilang begitu. Nah, itulah yang dinamakan Formula Thinking, yaitu teknik berfikir menciptakan karya dengan cara mengikuti format yang sudah digunakan banyak orang sebelumnya. Ceritanya ‘main aman’.

Namun produk hasil Formula Thinking seringkali bersifat umum sehingga mudah dilupakan orang. Bayangkan saja, banyak kartu nama semacam itu yang akan diterima seseorang. Jadi nilai (valeu) dari kartu nama itu tidak akan lebih dari sekedar kartu nama.

Bahkan ada yang berfikir, “toh, nomor hp dan emailnya sudah dicatat di phonebook handphone. Jadi ya sudah, gapapa kalau kartu namanya ilang.”

Maka, lahirlah Jolt Thinking yang dikemukakan oleh Chuck Green, seorang inovator dari Amerika Serikat. Jolt thinking adalah kebalikan dari Formula Thinking.

Orang kerap menyebut Jolt Thinking sebagai metode ‘out of the box’ dimana kita berfikir di luar dari jalur kewajaran yang sudah ada. Hasilnya karya yang kreatif, inovatif, dan lebih efektif, bahkan jadi multifungsi. Jolt thinking kini sering digunakan dalam marketing.

Kebayang kan misalnya barang berwarna merah pasti terlihat mencolok di antara tumpukan barang berwarna putih.🙂

Produk Jolt thinking menjawab 3 pertanyaan:

1.       What is the purposes of the design?

2.       Why is it done the way it’s done?

3.       How we make it more effective?

Suatu produk harus berfungsi sesuai tujuannya, bahkan bisa menjadi multifungsi. Lalu kenapa kita harus menggunakan cara lama apabila kita bisa menemukan cara baru untuk membuat produk kita bernilai lebih?

Kita bisa hasilkan kemasan, bonus produk, atau progam yang inovatif. Kita juga harus meningkatkan efektivitas produk.

Balik ke kartu nama tadi. Kartu nama bisa dijadikan sekaligus sebagai kartu diskon yang di baliknya digunakan untuk tempat stempel suatu toko. Jadilah kartu nama itu jadi media promosi yang punya nilai lebih.

Bisa juga kita cantumkan portofolio karya kita agar penerima kartu akan selalu mengingat kita dan menyimpan kartu nama tersebut.

Kartu nama juga bisa dibuat bentuk unik, tidak melulu persegi panjang. Tujuannya agar lebih menarik tentunya.

Kalian juga pasti pernah lihat kartu nama yang punya multifungsi sebagai sticker, hiasan meja, dan sebagainya. It sounds cool, right? Ingat, ide itu tidak ada batasnya.🙂

Informasi data diri bisa ditulis dengan format lain seperti format satu atau dua baris dengan informasi inti seperti no telfon, email, dan situs.

Well,  dalam bermusik pun kini tidak ada batasan musik dengan genre rap harus begini, pop harus begitu, bla bla bla. Intinya ada pada kualitas musik itu sendiri.

Kalau dihubungkan dengan ‘produk’ karya rap belakangan ini, here we go.

Apa sih yang kita harapkan saat beli album? Dengerin lagunya pasti. Tapi pembeli pasti jadi lebih semangat kalau album itu punya nilai lebih kan. Contohnya yang paling baru adalah album Soul ID – Like Love Life yang juga berisi buku komik, selain CD. Dapat 2 CD berisi 36 lagu, buku komik, notebook, plus case eksklusif. Menarik dan inovatif. Saya yakin kalian setuju kalau saya bilang album itu bernilai lebih dari sekedar case CD biasa karena ada kreativitas di situ.🙂

Ada 1 contoh lagi. Kalau kebanyakan musisi lain menjual album dengan sekedar promo dan menjual albumnya di toko kaset/CD, maka album Pandji – Provocative Proactive telah memberikan nilai lebih karena 50% penjualan album tersebut disumbangkan untuk anak-anak penderita kanker via Yayasan Pita Kuning Anak Indonesia atau Community for Children with Cancer (C3).

Jolt thinking terbukti berhasil dan tidak akan terlupakan karena nilai (value) album itu sendiri.

Walaupun saya masih minim pengalaman dalam produksi karya, saya senang bisa mendapat ilmu itu dan sharing dengan teman-teman. Because we can make it someday, guys. Seriously.

Jadi who’s the next? We’ll see..🙂


Responses

  1. Manteb neh…
    Out Of the Box…

    mungkin aq bisa kasih Link,
    contoh Kartu Nama yang unik tersebut

    http://www.reencoded.com/2008/05/20/42-awesome-business-card-designs-with-links-to-100s-more/

    Semoga bisa memberikan gambaran…
    Sukses buat Lady GAN
    Sukses buat Blog nya
    Sukses buat karya” terbarunya

    Terus Menulis… SEMANGAT

    eFKa

    • Terima kasih linknya.. keren-keren ya kartu namanya… I wanna make some.. *mikir*

      sukses terus untuk HipHopHeroes.net nya yaaa.. ^_^

  2. Postingan yang bagus Mbak. Semoga yang membaca tidak hanya mempraktekkan dalam hal desain produk saja🙂

    • Terima kasih.. Betul, bisa dipraktekkan dalam banyak project kok..🙂


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: